Trayu, Singorojo, Kendal
Rp. 5.000,- per orang
Goa Kiskendo merupakan wisata alam yang ada di Kabupaten Kendal. Berjarak sekitar 15 Km dari pusat kota areanya menawarkan pesona gua yang memukau. Batuan Stalagmit dan Stalaktit yang konon terbentuk ratusan tahun lalu menjadi keindahan utama yang ada di dalam lubang gua. Uniknya lagi di dalam area gua ada sebuah aliran sungai dengan airnya yang jernih. Ini mengingatkan dengan wisata Gua Pindul yang ada di Gunung Kidul Jogjakarta.
Suasana yang sekitar area wisata juga sangat asri dan menyejukkan. Hal ini karena lokasi gua yang berada di kawasan hutan. Tak heran wisatawan pun bisa menemukan beragam flora dan fauna. Tak hanya ada satu, ada beberapa gua kecil yang juga tak kalah menarik. Setiap lubang gua ini memiliki nama sendiri dan punya cerita sejarah yang menarik. Bagi penggemar wisata alam dan petualangan maka tempat ini sangat cocok untuk sebagai tujuan wisata.
Berada di sebuah area hutan yang masih asri, Goa Kiskendo menawarkan panorama yang unik dan berbeda. Batuan stalagmit dan stalaktit dengan air yang menetes memberikan sensasi misterius dari tempat ini. Di area dalam gua ada sebuah aliran sungai dengan airnya yang jernih dan menyegarkan. Ketika air surut banyak warga sekitar yang mandi di sungai tersebut. Kawasan hutan di sekitar gua ini juga masih alami. Jika beruntung wisatawan bisa bertemu dengan satwa Lutung Hitam.
Goa Kiskendo ini terbentuk selama ratusan tahun dari resapan air yang turun dan menetes di dalam goa dan terbentuklah pesona di dalam goa seperti batu Stalakmit dan Stalaktit. Apa itu batu Stalakmit dan Stalaktit? Stalaktit dan Stalakmit adalah bentuk alam khas daerah Karst. Stalaktit dan Stalakmit terbentuk akibat dari proses pelarutan air di daerah kapur yang berlangsung secara terus menerus. Air yang larut di daerah karst akan masuk kelubang-lubang (doline)kemudian turun ke gua dan menetes-netes dari atap gua ke dasar gua. Nah tetesan-tetesan air ini lama-lama berubah jadi batuan yang bentuknya runcing-runcing seperti tetesan air. Stalaktit adalah batu yang terbentuk di atap gua, bentuknya meruncing ke bawah, sedangkan stalakmit adalah batu yang terbentuk di dasar gua bentuknya meruncing ke atas.
Sedang menurut legenda Goa Kiskendo diambil dari cerita pewayangan yang mengisahkan pertempuran sengit antara kawanan kera Sugriwa dan Subali. Konon goa ini menjadi ajang pertempuran antara dua pasukan kera tersebut
Untuk bisa melihat keindahan di dalam Goa Kiskendo wisatawan terlebih dahulu akan ditarik biaya masuk di loket yang tersedia. Harga tiket di tempat ini sangatlah murah. Cukup bayar Rp. 5.000,- sudah termasuk dengan biaya parkir. Kemudian tidak ada perbedaan harga tiket antara hari biasa dengan akhir pekan/hari libur nasional.
Fasilitas yang ada di obyek wisata ini sudah sangat memadai. di sini tersedia area parkir, toilet dan kamar mandi, mushola, bangku untuk bersantai, gazebo hingga warung makan.
Goa ini terletak 15 km dari kota Kendal, di desa Trayu kecamatan Singorojo. Untuk mencapai tempat ini Anda bisa menempuhnya dari kecamatan Boja atau kecamatan Kaliwungu.
Dari arah selatan bisa diakses dari kecamatan Boja menuju ke kecamatan Singorojo lewat jalur utama Jalan Boja -- Kaliwungu, sedang dari arah utara dari kecamatan Kaliwungu Selatan menuju hutan Darupono lalu menuju ke desa Trayu di kecamatan Singorojo. Kali ini penulis menempuhnya dari arah utara.
Dengan mode transportasi berupa sepeda motor atau mobil Anda bisa sampai di tujuan. Saat ini sudah ada petujuk arah yang dapat dengan mudah diperoleh, apalagi dengan bantuan Google Map dijamin Anda tidak akan tersesat. Sepanjang perjalanan menuju lokasi Anda akan melewati rimbunnya pepohonan jati di wilayah desa Darupono.